Saat Aku Merindukanmu
Disaat
langit tak menampakkan senyum cerahnya
Disaat
matahari ingin sejenak rehat dari teriknya hari
Adalah
saat yang tak layak untukku meniru kerusuhan bumi ini
Hanya
desah udara malam yang mampu menghiburku
Temani
tiap tetes tinta pada sebuah garis mendatar diatas tumpukan kertas
Jauh dan
tak nampak bagiku untuk selalu terbayang atas hadirmu
Yang
kumampu saat ini tak lebih dari sekedar bercakap dengan malam
Beriang
layaknya tak ada kau yang kurindu dihati ini
Tersenyum
lepas, berlari, berteriak dengan seluruh rasa bebasku
Ah, tapi
sepertinya itu hanya sementara waktu
Ketika
ranjang tlah bersiap bermalam denganku
Ketika
kelopak mata merengek untuk tertutup
Dan disaat
itulah ketakutan mulai membayangiku
Aku
takut,..
Jika nanti
ku akhiri hari ini pada satuan waktu di jam dinding
Maka semua
kebebasanku atas kerinduan ini akan berakhir pula
Disatu
sisi aku tak ingin merasakan warna ceriaku berubah menjadi kelabu
Aku
benci,..
Disaat
waktuku untuk tertawa terhenti hanya karenamu
Hanya
berlandas serpihan rasaku yang mengharapkanmu
Mungkin,
jika waktu bisa bicara maka aku akan katakan padanya bahwa
Ini Tak
Adil,..!!
Malam itu
meraup semua candaku
Menutup
lubang kecil pipi manisku
Dan
mengusir angan indahku sesaat
Menghapus
semua dan mengurung waktu yang selayaknya berpihak padaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar